Komitmen Kasih Zhandra dan Dewi
Dana
Dana Terkumpul
Rp 800,000
dari target Rp 50,000,000
1.60% Tercapai
Sisa Waktu 74 Hari
Informasi Penggalang Dana
Shelter GM Harsera Batam
Verifikasi Penggalang Dana
Identitas: Terverifikasi
No Rekening Penerima: Terverifikasi
Dokumen Pendukung: Terverifikasi
Kota Batam
Kesejahteraan Hewan
Diawasi oleh
Legalitas

Dewi Aryati & Zhandra Karuniawani, pasutri warga Batam, saat ini menampung anjing berbagai ras dan kampung 35 ekor dan kucing 60 ekor, yang sebagian besar mereka rescue dari jalanan maupun mereka tebus dari pemilik yang suka menyiksa, dibuang atau diterlantarkan karena tidak sanggup lagi mengasuh. Mereka berdua berkomitmen mengabdikan hidup mereka untuk kebahagian para anabul. Teman Bantoo, Bagaimana kisahnya? Bagaimana sampai berani berkomitmen demikian? Kita simak kisahnya.

Saya, Dewi seorang ibu rumah tangga. Pada tahun 2009 di sebuah pulau kecil bernama Sungai Guntung, Inhil, Riau, teras rumah kami kedatangan seekor puppies berwarna coklat. Pada hari itu anakku berikan puppies terrsebut makan perkedel, akhirnya setiap hari puppy tersebut datang untuk makan. Karena melihatnya lucu,maka kami mengadopsi dia. Kami beri nama Dobby. Beberapa bulan kemudian kami mengadopsi satu anakan lagi yang kami namakan Noddy. Selang beberapa bulan di depan di depan pintu Gereja kami menemukan 2 ekor anakan sedang menangis mungkin lapar dan kami membawa mereka pulang. Mereka adalah Guffy dan Dorry.

Dengan berjalannya waktu, anak-anak kami harus melanjutkan sekolah ke jenjang yg lebih tinggi dan kami pindah pada bulan Juni 2009 ke kota Batam, membawa keempat ekor anjing kami tersebut. Awal di Batam kami sewa rumah dan kami melihat makin hari, makin banyak anjing yang sangat miris hidupnya, ada yg sakit kulit, seperti demodex, scabies, lumpuh, buta, juga yang stres berat. Mulai dari situ kami coba menolong mereka satu persatu. Kami usahakan membawa mereka dan memberikan pengobatan,merawat mereka sampai sembuh, dan semua kami lakukan dengan dana sendiri. Begitupun dengan kucing-kucing yg kami temui, ternyata nasib kucing lebih mengenaskan daripada anjing. Mereka ada yg ketabrak, sakit kulit, patah kaki, buta total dan masih banyak lagi kondisi yang membuat hati kami teramat sakit melihat mereka.

Karena rasa belas kasihan yang terlalu dalam membuat hati kami terpanggil untuk menolong kucing yg kami temui, dan yang sangat membutuhkan pertolongan. Mulailah kami memutuskan rescue kucing.

Dimasa pandemi ini, dimana kondisi ekonomi banyak sekali terganggu, kami tetap melanjutkan kegiatan kami untuk rescue dan merawat para anabul kurang beruntung hingga mencapai puluhan ekor bahkan dengan mengorbankan seluruh harta benda kami, baik rumah, mobil semua terjual untuk menolong mereka. Terlepas dari segala kondisi yang sulit, kami tetap gembira dan bersyukur bahwa kami masih dapat memberikan kebahagaiaan kepada mereka.

Saat ini kami mendapat bantuan dipinjamkan rumah dan sedikit lahan kosong untuk shelter.

Kami bermimpi untuk dapat mengembalikan keceriaan para anbul disini untuk dapat bermain bebas tanpa terkurung dalam kandang yang kecil. Oleh sebab itu kami telah membeli lahan ukuran 20 x 18 M2 sekalian untuk membangun shelter permanen untuk mereka. Kami berdua telah berkomitmen mengabdikan hidup kami untuk merawat dan menolong anabul yang bernasib malang tersebut agar mereka bisa kembali hidup nyaman dan senang.

Teman Bantoo, kisah inspiratif ini mudah-mudahan dapat mendorong kita untuk berbelas kasih kepada para hewan dan menunjukkan komitmen atas apa yang diperjuangkan. Bagikan kisah inspiratif ini, tekan tombol SHARE.

Kamu dapat membantu mereka mewujudkan shelter dan membantu meringankan biaya operasional Shelter GukMeong Harsera Batam. Tekan tombol DONASI SEKARANG.

Riwayat Donasi
Lihat Semua