Pembangunan Pastori, Hadiah Natal Pendeta Yosua
Dana
Dana Terkumpul
Rp 2,030,000
dari target Rp 80,000,000
2.54% Tercapai
Sisa Waktu 66 Hari
Informasi Penggalang Dana
Tabernakel Ministry
Verifikasi Penggalang Dana
Identitas: Terverifikasi
No Rekening Penerima: Terverifikasi
Dokumen Pendukung: Terverifikasi
Tujuan Penggalangan Dana
Pembangunan pastori (rumah pendeta). Setiap penyaluran harus melampirkan bukti penggunaan yang diverifikasi bantoo.id

Diawasi oleh
Legalitas

Kisah Hidup Pendeta Yosua bertahan di tempat Pelayanan dengan penuh keterbatasan.

Natal Sudah di depan mata, sebuah moment yang sangat penting bagi umat Kristen dalam memperingati pengorbanan yang diberikan Yesus kepada setiap umat manusia untuk melepaskan dari setiap dosa dan pelanggaran. Oleh karena itu sebagai orang yang percaya kita harus meneladani pengorbanan Kristus yang luar biasa dengan bersemangat mengabarkan Injil kepada sesama.

Hal inilah yang mendorong Pendeta Yosua Tandirerung untuk tetap berjuang di tempat pelayanan, sekalipun harus hidup di Pastori yang begitu sederhana, dan sudah sangat lapuk, karean hanya terbuat dari bekas-bekas bangunan gereja yang lama. Tetapi Ia tetap Berjuang dan Bertahan di tempat pelayanan demi melayani jemaat dengan penuh semangat dan ketulusan.

Pdt.Yosua Tandirerung, merupakan pendeta dari Gereja Bethel Tabernakel (GBT) Yesus Juru’slamat Sasak, Dusun Madura, Desa Sasak, Kec. Bittuang, Kabupaten Tana Toraja. Ia telah 12 tahun melayani di Gereja tersebut.

12 Tahun melayani dengan segala kekurangan dan cobaan yang ia dapati namun tidak mengurungkan niatnya untuk bisa tetap melayani di Gereja tersebut.

Pastori atau rumah yang ia tempati selama 12 tahun bersama istri dan ketiga anaknya merupakan Bangunan Bekas dari Gereja tersebut yang jauh dari kata layak, dengan dinding kayu yang lapuk, atap yang sering bocor, berlantai tanah, dapur yang sangat sederhana, bahkan tiang rumah yang mulai miring dan harus di topang agar tidak roboh. Keadaan ekonomi mereka dan juga jemaat membuat keluarga Pdt. Yosua tak dapat berbuat banyak, dimana ia tak mempunyai gaji tetap dan juga Jemaat Gereja yang tidak seberapa dan semuanya adalah petani. Bahkan beberapa diantara mereka hanya menggarap sawah milik orang lain, penghasilan Jemaat pun jauh dari kata cukup

 

"Saya juga hanya bisa bertani dengan penghasilan yang tak banyak, membuat saya juga tak bisa berbuat banyak bagi Gereja terlebih Pastori yang kondisinya sangat memprihatinkan,” ungkap Pdt. Yosua.

Dalam kekurangan dan keterbatasan yang dimiliki oleh Pdt. Yosua Tandirerung, ia tak henti hentinya bersyukur meskipun keadaan kerapkali beradu dengan hati, harapannya sangat sederhana, ia selalu berdoa jika ada diluar sana orang yang bermurah hati dan dermawan bisa membantu untuk memperlayak Rumah atau Pastori yang ia dan keluarga tempati belasan tahun lamanya.

Oleh sebab itu, Kami mengajak kita semua di moment menjelang natal ini, untuk saling bahu membahu membantu Pendeta Yosua dan keluarga memiliki pastori yang lebih layak. Teman Bantoo, mari bagikan kampanye ini agar banyak yang membantu. Tekan tombol SHARE. Kamu juga dapat berbagi kasih Natal untuk pembangunan pastori (rumah pendeta). Tekan tombol DONASI SEKARANG.

Riwayat Donasi