Alirkan Kebaikan dengan Membangun Jamban Komunal di Desa Ibun
Dana
Dana Terkumpul
Rp 0
dari target Rp 80,000,000
0.00% Tercapai
Sisa Waktu 26 Hari
Informasi Penggalang Dana
Verifikasi Penggalang Dana
Identitas: Terverifikasi
No Rekening Penerima: Terverifikasi
Dokumen Pendukung: Terverifikasi
Kota Bandung
Sarana & Prasarana
Tujuan Penggalangan Dana
Membangun 4 jamban komunal yang beralamat di Kampung Dukuh, Kecamatan Ibun, Kabupaten Bandug & edukasi masyarakat yang sering melakukan Buang Air Besar Sembarangan (BABS) Setiap penyaluran harus melampirkan bukti penggunaan yang diverifikasi bantoo.id

Diawasi oleh
Legalitas

Tahukah kamu, sebagai salah satu kebutuhan dasar setiap manusia, faktanya baru 7 dari 10 rumah tangga di Indonesia yang memiliki akses sanitasi layak. Selain itu, 1 dari 10 rumah tangga masih melakukan praktik Buang Air Besar Sembarangan (BABS) di tempat terbuka, yaitu rumah tangga tidak memiliki fasilitas buang air besar dan/atau memiliki fasilitas tetapi tidak menggunakannya.

Sanitasi merupakan hal yang sangat penting untuk menunjang kehidupan masyarakat. Setiap kegiatan masyarakat dalam keseharian memerlukan sanitasi yang baik. Namun tidak semua masyarakat dapat menyediakan dan mengelola sanitasinya dengan baik, hal ini diperkuat berdasarkan data statistik  BAPPENAS, akses sanitasi dasar di Indonesia sampai dengan tahun 2019 baru mencapai 77,44% dari target 2024 yaitu 90%. (sumber data: susenas 2019 diolah oleh BPN/Bappenas).

Kampung Dukuh merupakan salah satu daerah cukup tertinggal yang berada di Kecamatan Ibun, Kabupaten Bandung. Jumlah KK yang tinggal dikampung Dukuh yakni kurang lebih 100 KK. Mata pencaharian warga kampung dukuh yakni bertani dan berladang. Ketika warga bertani dan berladang kerapkali warga sering mengeluhkan tidak adanya toilet/ jamban terdekat sehinggga mereka terpaksa BABS dan menjadi kebiasaan, dengan demikian permasalahan kebiasaan BABS dan tidak adanya jamban yang bersih menjadi permasalahan serius yang harus segera diselesaikan. 

Selain dari kebiasaan warga BABS juga diikarenakan jumlah jamban di kampung Dukuh ini sangat amat terbatas dan jauh dari kata layak. Kebanyakan jamban tidak beratap, beralaskan tanah, menggunakan keran dari dari bambu, serta ditutupi oleh terpal/ banner bekas. Ditambah masih banyak warga yang tidak memiliki sarana MCK (mandi, cuci, dan kakus) sehingga mengharuskan mereka untuk bersama – sama menggunakan jamban yang bersumber dari air sungai secara bersamaan atau pergi ke sungai. 

Dari sekian banyak warga, ada empat jamban komunal yang sangat menghawatirkan dalam satu RW untuk memenuhi kebutuhan 20 rumah tangga dengan empat jamban yang masing – masing membutuhkan Rp. 20 juta (4 jamban = 80 juta). Setelah 4 jamban ini selesai berkat donasi dari #SobatSehat, maka Cita Sehat Foundation akan berlanjut mencari dan membangun jamban – jamban yang tidak layak menjadi layak bagi warga Ibun lainnya, tak lupa menggencarkan edukasi mengenai pentingnya sanitasi dan kebersihan.

Selain membangun jamban, Cita Sehat Foundation juga membangun saluran air bersih bagi warga desa yang belum memiliki air bersih.

Yuuk Teman Bantoo, mari kita wujudkan bantu saudara – saudara kita dengan bergotongroyong agar mereka bisa mengakses air bersih dan jamban yang layak. Tekan tombol DONASI SEKARANG

Riwayat Donasi