Bantu Riyan Berjuang Melawan Kanker Dan Sakit Komplikasi Yang Di Deritanya,
Dana
Dana Terkumpul
Rp 50,000
dari target Rp 100,000,000
0.05% Tercapai
Sisa Waktu 18 Hari
Informasi Penggalang Dana
Verifikasi Penggalang Dana
Identitas: Terverifikasi
No Rekening Penerima: Terverifikasi
Dokumen Pendukung: Terverifikasi
Tujuan Penggalangan Dana
Pengobatan dan perawatan non BPJS Setiap penyaluran harus melampirkan bukti penggunaan yang diverifikasi bantoo.id

Malignant Neoplasm of Cerebellum
Dokumen medis dan lainnya

Diawasi oleh
Legalitas

“ Sejak dari usia 3 tahun Riyan diuji oleh Allah dari mulai di vonis dokter sakit struk ringan, TB, Kanker Otak, Tumor, dan Kista di area mulut. Namun Riyan adalah anak hebat, Semangatnya untuk sembuh sangat tinggi, cita-citanya tiada lain hanya ingin membagiakan ibunda tercinta”

Sahabat Perkenalkan Anak hebat ini adalah Riyan. Namanya, Riyan Apip lahir di Bandung pada 12 Desember 2005, Putra dari seorang ibu yang bernama Eni Sukaeni dan Ayah yang bernama Endang Hermawan (Alm). Sejak dari usia 3 tahun Riyan diuji oleh Allah dokter memvonis Rian mengalami sakit kompikasi struk ringan, TB, Kanker Otak, Tumor, dan Kista di area mulut.

Saat ini Riyan tinggal di Kp Peuris Girang RT.002/011 Ds. Jagabaya Kec. Cimaung Kab. Bandung. Bersama ibunya dan kakanya di rumah kumuh milik keluarganya, pada tahun 2019 rumah nya itu direnovasi oleh Kementrian PUPR melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). Riyan sudah di tinggal ayahnya saat masih uisa 5 tahun. Ayah Riyan meninggal dunia karena kecelakaan kerja yaitu tersambar petir.

Mulanya, Saat uisa 3 tahun ketika Riyan mengalami struk ringan. Usia 5 tahun Riyan sering mengalami sakit kepala dan matanya mulai memerah, pulang pergi untuk berobat ke puskesmas tapi tidak ada perubahan.

Ketika masuk sekolah dasar Riyan selalu sakit-sakitan, guru disekolahnya pun sudah faham Riyan selalu mengeluh sakit. Setelah di periksa ke dokter ternyata diagnosa memiliki TB. Dokter menyarankan Riyan melakukan pengobatan selama 6 bulan. Berat badan Riyan mengalami penurunan yang sangat drastis. Masuk kelas 6 SD, sakit Riyan tak kunjung sembuh ditambah terdapat kelenjar di lehernya. Dokter menyarankan untuk terapi tapi terapi Riyan tidak selesai karena terkendala masalah biaya.

Kini Riyan selalu mengeluh sakit mata, Ibu Eni membawa Riyan ke RS Al-Ihsan. Dokter melihat jika dimata Riyan ada kejanggalan. Dokter yang menangani Riyan di RS Al-Ihsan pun tidak sanggup menangani sakit pada mata yang diderita Riyan. Melihat kondisi Riyan yang memprihatinkan dokter di RS Al-Ihsan merasa iba dan memberikan uang untuk berobat. Dokter merujuk Riyan ke RS Hasan Sadikin Hasilnya menunjukkan bahwa di Otak Riyan ada Kanker dan Tumor. 

Pada Tanggal 18 November 2019 Riyan mulai melakukan oprasi otak di RS Hasan Sadikin, setelah selesai dokter menyarankan Riyan harus melakukan kemoterapi 35 kali dan radioterapi 30 kali. Namun qodarullah setelah selesai radioterapi Riyan kembali mengeluh sakit di area mulut disertai pendarahan hebat. Riyan dirujuk lagi ke RS Hasan Sadikin untuk melakukan pemeriksaan dimulutnya. Hasilnya menyatakan jika dimulutnya itu terdapat kista. Riyan harus melakukan oprasi mulut, tapi dokter khawatir ketika kistanya diangkat akan berpengaruh ke tumor atau kanker di otaknya. Dokter menyarankan untuk mencabut gigi dulu, Riyan harus kehilangan 11 giginya. Setelah melakukan oprasi di mulut, pengobatan Riyan Terhenti sampai saat ini karena terkendala masalah biaya.

Ibu Eni (Ibunda dari Riyan) hanya seorang buruh harian lepas, penghasilan seharinya tidak lebih dari Rp. 30 ribu. bekerjanyapun tidak tiap hari, karena ibu Eni bekerja ketika ada panggilan dari tetangga yang membutuhkan tenaganya seperti bantu-bantu nyuci, beres-beres rumah. Begitupun dengan Kaka Riyan, dia belum memiliki pekerjaan tetap. Ijazah nya masih berada di sekolahnya karena belum bisa melunasi tunggakan kepada sekolah.

Kondisi tumor dan komplikasi penyakit lainnya yang diderita Riyan semakin hari semakin parah. Ia butuh pengobatan segera, jika tidak nyawanya bisa tidak tertolong. Namun, biaya untuk pengobatannya ini sampai puluhan juta.

Meskipun ia memiliki BPJS, namun ada beberapa obat diluar BPJS, seperti untuk obat-obatan herbal, biaya terapi, biaya akomodasi dan pengobatan pascaoperasi. Selain itu ongkos untuk pergi ke tempat berobat dari tempat tinggal di wilayah Cimaung Banjaran, ke rumah sakit Hasan Sadikin Bandung yang memakan waktu 1,5 jam.

Jika tidak segera diobati dengan baik, penyakitnya akan terus parah dan saat kambuh ia sampai tidak bisa berbicara, hingga tak bisa bernapas.

Harapan Riyan, Riyan ingin bisa berobat kembali dan sehat seperti teman sebayanya, ingin melanjutkan sekolahnya dan bisa membahagiakan ibunya. Bantu Riyan dengan menekan tombol DONASI SEKARANG.

Riwayat Donasi