Hilangkan Stunting di Indonesia
Dana
Dana Terkumpul
Rp 339,684,405
dari target Rp 2,000,000,000
16.98% Tercapai
Sisa Waktu 93 Hari
Informasi Penggalang Dana
Yayasan Kasih Roslin Mandiri
Verifikasi Penggalang Dana
Identitas: Terverifikasi
No Rekening Penerima: BNI Cab Kupang a/n Yayasan Kasih Roslin
Dokumen Pendukung: Terverifikasi
Kota Kupang
Pemberdayaan Masyarakat
Pilihan Bantoo
Diawasi oleh
Legalitas

Stunting artinya gagal tumbuh, suatu kondisi kekurangan gizi kronis yang terjadi selama periode paling awal pertumbuhan dan perkembangan anak. Indonesia ada dalam peringkat ke -5 stunting di dunia.  Capt. Budi Soehardi, Pendiri Yayasan Kasih Roslin melayani langsung di daerah terparah stunting di Indonesia, yaitu di Nusa Tenggara Timur (NTT). Yayasan Kasih Roslin mendirikan panti asuhan Roslin Orphanage untuk mengasuh anak-anak NTT. Yayasan juga melalukan pemberdayaan ekonomi masyarakat. 

 

Selama 20 tahun, Capt. Budi berjuang menyuarakan kondisi dan turun langsung dari lapangan, bersama Yayasan Kasih Roslin Mandir dan Panti Asuhan Roslin. Stunting harus diatasi dengan cara memberdayakan keluarga miskin dan rentan gizi buruk di NTT, agar dapat menolong dirinya sendiri. Pemberdayaan yang dilakukan adalah memberdayakan masyarakat dengan mengajarkan mereka bercocok tanam dan budidaya ikan.Dengan memperbaiki kondisi ekonomi agar mandiri, masyarakat dapat memperbaiki asupan gizinya sendiri secara swasembada, agar anak yang akan dilahirkan terhindar dari gizi buruk.

Teman Bantoo, Yayasan Kasih Roslin dan Panti Asuhan Roslin Orphanage terdampak parah Badai Seroja yang melanda NTT. Gedung sekolah, panti asuhan, kantor tempat Yayasan Kasih Roslin hancur berantakan. Atap berterbangan, beberapa bangunan rusak parah. Tingkat kerusakan yang terjadi mengharuskan mereka harus meninggalkan lokasi, karena renovasi keseluruhan fasilitas sangat sulit .

Panti asuhan akan direlokasi ke Roslin Eco Village dan akan dibangun kembali. Di tanah luas bernama Roslin Eco Village bukan hanya dibangun panti asuhan namun juga gedung pemberdayaan wanita, pusat pelatihan pemberdayaan masyarakat, tempat berkebun budidaya tanaman dan kolam-kolam ikan untuk beternak ikan yang luas. Semuanya tetap dengan semangat menghapus gizi buruk di tanah NTT.

Pandemi Covid19 dan pembatasan kegiatan masyarakat. Belum habis cerita kerusakan karena badai, jumlah pasien Covid di NTT juga terus bertambah. Tingkat vaksinasi kurang, sumber daya kesehatan kurang. Menambah kesulitan yang ada. Terus semangat untuk Capt. Budi dan semua perjuangan beliau unbtuk agenda besar pemberdayaan masyarakat di NTT.

Ayo kita sebarkan cerita pengabdian Capt Budi Soehardi. Tekan tombol SHARE. Kamu juga dapat berpartisipasi dalam perjuangan Capt. Budi Soehardi, tekan tombol DONASI SEKARANG.

Pembaharuan



Riwayat Donasi
Lihat Semua