Hilangkan Stunting di Indonesia
Dana
Dana Terkumpul
Rp 1,942,000
dari target Rp 1,000,000,000
0.19% Tercapai
Sisa Waktu 106 Hari
Informasi Penggalang Dana
Yayasan Kasih Roslin Mandiri
Identitas

Stunting adalah kekurangan gizi kronis yang terjadi selama periode paling awal pertumbuhan dan perkembangan anak. Tidak hanya tubuh pendek, stunting memiliki banyak dampak buruk untuk anak. Pada tahun 2019, survei membuktikan sekitar 30 persen balita Indonesia mengalami stunting. Kondisi ini bisa disebabkan oleh banyak aspek, mulai dari aspek pendidikan hingga ekonomi. Indonesia darurat stunting, Indonesia ada dalam peringkat ke -5 stunting di dunia.  Yayasan Kasih Roslin masuk ke jantung kondisi terparah stunting di Indonesia, yaitu di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Saat semua perhatian dan usaha tertuju pada penanganan pandemi, masalah stunting di Nusa Tenggara Timur (NTT) jangan dilupakan. Stunting dapat menyebabkan  rentannya imunitas tubuh dan yang terparah adalah rendahnya tingkat kecerdasan anak. Tingkat kecerdasan yang rendah adalah lingkaran masalah yang mengakibatkan masalah ini terjadi berpuluh tahun. Membuat masa depan yang serba sulit untuk anak penderitanya dan tetap berada dalam kondisi kemiskinan. Penyebab stunting terutama adalah pengetahuan calon orang tua yang kurang, gizi dari orang tua, sanitasi yang buruk dan terbatasnya layanan kesehatan. Perlu 3 generasi untuk memutus mata rantai stunting. Cara yang dilakukan oleh Capt. Budi dan Yayasan Kasih Roslin adalah dengan memberikan kail, bukan ikan.

Yayasan Kasih Roslin Mandiri, bersama Capt. Budi Soehardi, mengajak kita semua membuat sedikit perubahan kepada masalah stunting yang menahun langsung di jantung keterparahan stunting tertinggi di Indonesia , Nusa Tenggara Timur. Khususnya di Desa Ofu, Kalbano, Timor Tengah Selatan. Selama 20 tahun, Capt. Budi berjuang menyuarakan kondisi dan membantu langsung dari lapangan, bersama Yayasan Kasih Roslin Mandiri. Apa yang akan dilakukan? “Stunting harus diatasi dengan cara memberdayakan keluarga miskin dan rentan stunting di NTT, agar dapat menolong dirinya sendiri” Begitu menurut Capt. Budi. Pemberdayaan yang dilakukan oleh Capt. Budi dan Yayasan Kasih Roslin adalah memberdayakan masyarakat rentan stunting dengan mengajarkan mereka bercocok tanam, khususnya tanaman keras dan budidaya ikan. Hal ini sudah membuahkan hasil. Dengan memperbaiki kondisi ekonomi agar mandiri, masyarakat dapat memperbaiki asupan gizinya sendiri secara swasembada, agar anak yang akan dilahirkan terhindar dari stunting.

Kita mendapat hidup dari apa yang kita dapat, kita mendapatkan kehidupan dari apa yang kita beri” -Winston S Churchill.

Kamu bisa membuat sedikit perubahan dengan jari-mu. Dukung langkah CNN Hero Capt . Budi Soehardi dan Yayasan Kasih Roslin Mandiri. Harapan selalu ada, bila semua orang bergerak, paling tidak seorang anak dapat kita selamatkan dari potensi stunting, seorang anak yang kemudian dapat menyuarakan kebaikan-mu kepada orang lain dan selalu mengingat kebaikan tersebut. Gunakan jarimu. Sebarkan berita ini, seperti layaknya kamu menyebarkan berita lainnya dengan cepat. Bantuanmu lebih dari cukup dengan hanya menyuarakan, tekan tombol SHARE dibawah ini. Bila kamu ingin jajan hari ini, ingatlah akan seorang anak di NTT yang terancam stunting dan kesulitan masa depannya. Dukung kerja dan upaya Capt. Budi memberdayakan masyakarat rentan stunting di NTT. Lakukan #JajanKebaikan kamu, lewat kampanye, tekan tombol DONASI SEKARANG. Bersama kamu sudah melakukan satu langkah kecil memutus mata rantai stunting di NTT dan bantu Indonesia.


Riwayat Donasi
Lihat Semua